Jumat, 03 Oktober 2014

1.3 DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. SIA sebagai sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Tetapi istilah SIA lebih luas dari itu guna mencakup siklus-siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.

       Definisi Sistem Informasi Akuntansi menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :

1.      “ Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.”( Fauziah Fauzian, Accounting Information System P.2 :2000 )

2.      “Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur) dan pihak-pihak dalam (terutama managemen).”(Steven A. Moscove, accounting Information System  P.6 :1981 )



Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan sistem yg digunakan memproses data dan transaksi guna menyediakan infomasi yang diperlukan oleh user untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis. Untuk menghasilkan informasi, SIA harus melakukan:

Sumber       :

1.2 Pengertian Prosedur

Menurut Muhammad Ali (2000 : 325) “Prosedur adalah tata cara kerja atau cara menjalankan suatu pekerjaan”
Menurut Amin Widjaja (1995 : 83) “Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan misalnya : orang, jaringan gudang yang harus dilayani dengan cara yang tertentu oleh sejumlah pabrik dan pada gilirannya akan mengirimkan pelanggan menurut proses tertentu”
Sedangkan menurut Kamaruddin (1992 : 836 – 837) “Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya dan prosedur-prosedur yang berkaitan melaksanakan dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi”.
Sedangkan pengertian prosedur menurut Ismail masya (1994 : 74) mengatakan bahwa “Prosedur adalah suatu rangkaian tugas-tugas yang saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan tata cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilaksanakan berulang-ulang”.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan prosedur adalah suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan urutan waktu dan memiliki pola kerja yang tetap yang telah ditentukan.







KEGUNAAN PROSEDUR

1.  Program menjadi lebih mudah dimengerti
Hal ini disebabkan karena proses penyelesaian untuk suatu masalah dipecah menjadi beberapa sub masalah/ pemecahan masalah tersebut ke dalam bentuk fungsi yang lebih sederhana.
2.  Pengaruh antar bagian menjadi lebih kecil (Program menjadi lebih independen)
Karena suatu sub masalah diselesaikan dalam fungsi/prosedur yang terpisah makatidak akan mempengaruhi perintah yang ada pada fungsi/prosedur yang lain.
3. Dapat dipakai kembali
Fungsi/prosedur yang pernah dibuat dapat dipakai kembali di program yang lain untuk menyelesaikan masalah yang berbeda,
4. Lebih efisien dan ukuran program menjadi lebih kecil                
Dengan adanya fungsi/prosedur penulisan kumpulanbaris program yang sama di tempat yang berbeda dapat dikurangi




Sumber    :

1.1 Pengertian dan Definisi Sistem

Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:

§  Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

§  Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

§  Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.


§  Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.

§  Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.


Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang membentuk sebuah sistem, diantaranya:

§  Objek, merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.

§  Atribut, merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.

§  Hubungan internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.

§  Lingkungan, merupakan tempat dimana sistem berada.

§  Tujuan, Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

§  Masukan, adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak tampak (jasa).

§  Proses, adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai (informasi) atau yang tidak berguna (limbah)

§  Keluaran, adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb

§  Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat merubah perilaku sistem.

§  Mekanisme pengendalian dan umpan balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.



Senin, 24 Februari 2014

CARA UP/DOWNGRADE XPERIA MINI ST15i ke OFFICIAL ICS





HH Xperia Mini st15i ane ini habis saya downgrade dari android jellybean ke ics karena banyak bug yang terjadi di HH ane ini.. contohnya lightflash yang tidak nyala radio fm yg ga fungsi dan banyak lagi.. iya wajar sii karena saya memakai rom bukan dari official... Nah bagi yg ingin down/upgrade ke official ics ikuti langkah langkah ane.....

1. Download

Kernel + Baseband Official 4.1.B.0.587
                       dan
Ice Cream Sandwich (ICS) Official 4.1.B.0.587
                       dan
Flash Tool(bagi yg belum punya)

2. Langkah

Langkah 1 (Bismillahirahmanirahim)
Persiapan sebelum menginstall ROM ICS .587:
1. Pastikan ponsel Anda sudah terinstall CWM, bagi yang belum menginstall CWM, silakan lihat petunjuknya disini.
2. Pastikan status bootloader ponsel Anda, apakah locked atau unlocked.
3. Pastikan komputer/laptop kamu sudah terinstall Flashtool. Bagi yang belum mengistall Flashtool caranya baca disini.
Langkah 2
Simpan file “Official 4.1.B.0.587.zip” ke SD card.
Simpan dimana saja terserah, asalkan masih dalam SD card.
Langkah 3
Masuk ke CWM. Caranya restart ponsel Anda, pas muncul tulisan SONY ERICSSON, pencet-pencet tombol volume bawah sampe muncul penampakkan CWM nya.
Langkah 4
Jika ponsel Anda bootloader nya masih LOCKED , lakukan langkah berikut ini:
- Menu utama => mount&storage => format /system
- Menu utama => advanced => Wipe Dalvik Cache
Untuk yang semula ROM GB lakukan juga langkah ini:
- Menu utama => mount&storage => format /data
Langkah 5
Masuk menu utama CWM => install zip from sdcard => Choose the update zip => pilih file “Official 4.1.B.0.587.zip” yang tadi di simpan di SD card. Tinggal ikuti petunjuknya, pilih next-next aja.
HARAP DIPERHATIKAN!
Dilangkah terakhir jangan centang/pilih “restart”, nanti ponsel Anda malah bootloop. Matikan saja ponsel nya.
Langkah 6
Di komputer/laptop ekstrak file “ST15i_4.1.B.0.587_Kernel-Baseband.zip” menjadi “ST15i_4.1.B.0.587_Kernel-Baseband.ftf”. Simpan file tersebut di folder C:/Flashtool/firmware/(disini)
Langkah 7
Jalankan Flashtool, caranya liat gambar dibawah:
Pilih ikon gambar kilat:

Selanjutnya Pilih file “ST15i_4.1.B.0.587_Kernel-Baseband.ftf” yang tadi disimpan C:/Flashtool/Firmware


Ketika muncul penampakkan seperti gambar di bawah, lanjutkan ke Langkah 8.

Langkah 8
Sambil menekan tombol volume bawah, sambungkan ponsel ke komputer/laptop. Pastikan lampu LED nyala warna hijau. Dengan demikian otomatis install sendiri deh.
Langkah 9
Setelah selesai, nyalakan ponsel Anda untuk pertama kalinya setelah berhasil install ICS (4.1.B.0.587), restart kembali ponselAnda. Selesai deh :) Selamat Xperia Mini Anda telah berhasil upgrade ke ICS 4.1.B.0.587



Senin, 06 Januari 2014

Pola kepemimpinan dalam budaya hierarki Indonesia

LENSAINDONESIA.COM: Leader is agent of change. Demikian pula di dunia bisnis, seorang pemimpin berada di garda terdepan dalam menghadapi segala perubahan, sekaligus membawa kemudi bisnisnya mencapai puncak sukses. Bagaimana cara pemimpin untuk mengelola perubahan itulah yang kemudian didiskusikan dalam forum bedah buku ‘Pemimpin dan Perubahan’.
Acara yang dikemas dengan nama ‘Book Club’ ini merupakan upaya PT. Surabaya Excellence Action (ActionCOACH East Java-Bali) untuk menghadirkan atmosfer pembelajaran bisnis dengan membedah buku-buku yang kemudian didiskusikan dan dihubungkan dengan permasalahan bisnis yang ada.

Ruaniwati, CEO Dash & Associates sekaligus pembicara menjelaskan, secara garis besar buku ‘Pemimpin dan Perubahan’ berisi hasil interview dan riset beberapa pemimpin perusahaan yang cukup representatif di Indonesia, khususnya bagaimana model kepemimpinan mereka di tengah perubahan yang terjadi.
“Secara garis besar, buku ini menerangkan bagaimana pemimpin Indonesia dalam mengelola perubahan serta mengemukakan pendekatan budaya pemimpin Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh budaya hierarkis. Hierarki di sini bisa diartikan bahwa pemimpin itu dianggap sebagai bapak atau ibu yang menopang, mengayomi, dan menjadi teladan bagi anak buahnya. Pemimpin dulu yang bertindak, baru diikuti oleh anak buahnya. Dengan begitu, seorang pemimpin dituntut harus cepat mengambil langkah untuk menghadapi perubahan,” paparnya di sela-sela acara yang bertempat di Ballroom ActionCOACH, Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya.
Lebih jauh Ruani bertutur, dewasa ini Indonesia berada pada landscape bisnis yang selalu berubah. Karenanya, diperlukan seorang pemimpin yang tanggap menyiasati fenomena yang terjadi.


“Dalam masyarakat hierarki Indonesia, sosok pemimpin sebagai pemberi arah menjadi sangat penting untuk mengambil keputusan dan menggerakkan anak buahnya, menanggapi perubahan dengan cara berbeda juga, sesuai dengan landscape yang ada. Perubahan tidak harus selalu bersifat strategis namun juga bisa dengan melakukan perubahan kecil yang sifatnya rutin, misalnya mengubah pola penjualan,” tegas perempuan yang akrab disapa bu Ruani ini.@licom


Pabrik Sepatu Dan Pengwasan Kualitas Sepatu

Pabrik sepatu adalah awal di mana sepasang sepatu diproduksi. Sepatu wanita, sepatu pria, sepatu anak-anak, sepatu olahraga, dan segala jenis sepatu sesuai kebutuhan dan permintaan pasar dihasilkan di tempat ini. Tetapi sadarkah Anda, bahwa asal-muasal produksi sepatu atau produk apa pun itu bukanlah dimulai dari pabrik melainkan dimulai dari sepasang tangan? Sadarkah Anda betapa rumitnya proses pembuatan sepasang sepatu? Mulai dari proses mendesain hingga lebih dari sekitar 100 langkah lainnya harus dilakukan untuk membuat sebuah sepatu, yang sebagian besar tidak bisa dikerjakan oleh mesin. Termasuk yang paling utama, yaitu membuat cetakan kaki yang menentukan konstruksi sepatu yang baik dan nyaman.

Pabrik sepatu zaman dahulu sendiri tidak bisa dikatakan sebagai “pabrik”, karena zaman dahulu ketika revolusi industri di Inggris belum terjadi, belum ada mesin yang bisa memproduksi secara massal sehingga semua sistem produksi menggunakan keterampilan tangan tenaga manusia. Hal ini mengakibatkan setiap pasang sepatu yang dihasilkan menjadi unik dan eksklusif, karena setiap pasangnya adalah sepatu yang bisa saja tampak sama, namun berbeda dalam pengerjaannya. Bayangkan berapa banyak detil yang terdapat pada sebuah sepatu: mulai dari pola, jahitan, lipatan, perforasi, embellishment, dan detil-detil sepatu lainnya. Jangankan perngerjaan dengan tangan, pengerjaan dengan mesin sendiri tidak akan bisa membuat dua pasang sepatu menjadi karya yang identik.

Pabrik sepatu zaman dahulu -atau lebih tepatnya tangan-tangan para pengrajin sepatu yang terampil- memproduksi sepatu secara luar biasa mendetail. Satu pasang sepatu benar-benar dibuat secara eksklusif untuk satu orang pelanggan, mulai dari pola dan cetakan yang dibuat berdasarkan bentuk dan kontur kaki yang telah diukur sehingga sepatu tersebut akan benar-benar pas dengan kaki si pemakainya. Namun seiring dengan perkembangan jumlah manusia dan jumlah permintaan yang semakin lama semakin meningkat, cara-cara seperti itu terpaksa mulai ditinggalkan dan diganti dengan sistem produksi massal. Selain karena banyaknya permintaan, cara tersebut dianggap mahal, karena harus melalui proses yang luar biasa rumit namun eksklusif hanya untuk satu orang. Awal permulaan cara baru tersebut dimulai dan ditandai oleh terjadinya revolusi industri di Inggris pada akhir abad ke-18. Penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1765 merupakan awal tanda munculnya revolusi industri tersebut.

Pabrik sepatu Clarks sendiri dimulai dari tangan terampil Cyrus dan James Clarks sejak tahun 1825 di Sommerset UK. Awalnya mereka membuat sepatu dari kulit domba dengan bantuan beberapa tenaga kerja. Secara perlahan, bisnis mereka berkembang hingga menjadi sebuah brand sepatu global dengan lebih dari 1.000 butik dan 13.000 karyawan Clarks yang tersebar di seluruh dunia. Permintaan yang luar biasa besar mendorong sepatu Clarks untuk membuka pabrik tidak hanya di Somerset UK, melainkan juga di negara-negara terpilih seperti Italia, Vietnam, Srilanka, China, Brazil, dan India dengan supervisi yang dikirim langsung dari Inggris. Begitu juga dalam hal quality control, yang dikerjakan oleh tim profesional ahli.
Pabrik sepatu Clarks memang tersebar di beberapa negara. Walaupun begitu, satu model/artikel sepatu diproduksi hanya di satu pabrik di satu negara untuk dijual ke seluruh dunia. Jadi apabila Anda membeli sebuah model/artikel sepatu Clarks di mana pun, sepatu tersebut akan sama buatannya dengan sepatu Clarks yang Anda beli di Inggris sekalipun. Setiap model/artikel sepatu Clarks memiliki nama tersendiri yang unik dan sesuai karakter sepatunya, misalkan saja artikel Silver Mine. Seluruh artikel Silver Mine ini dibuat di pabrik di Brazil. Jadi seluruh artikel Silver Mine yang dijual di 72 negara di dunia adalah artikel yang berasal dari pabrik Clarks Brazil. Ini adalah bentuk quality control yang dilakukan oleh Clarks. Jadi apabila terdapat kesalahan/cacat produksi pada satu artikel akan langsung dapat ditelusuri dari pabrik di negara manakah sepatu itu berasal.
Pabrik sepatu Clarks memiliki bentuk quality control lainnya yaitu, tim designer sepatu Clarks hanya berada di Inggris (Clarks Head Quarter), dengan total lebih dari 200 orang desainer sepatu yang handal. Inilah bedanya sistem quality control sepatu Clarks dengan merk populer lainnya yang mungkin telah Anda ketahui. Kebanyakan merk lain menggunakan sistem lisensi atau franchise, yang hanya mengambil/membayar merk namun memproduksi sendiri model sepatu yang tidak sama dengan model merk sepatu di negara asalnya. Ada juga merk sepatu dengan sistem semacam ini yang bisa saja memproduksi sepatu yang sama namun tidak di pabrik yang sama dengan pabrik di negara asal. Sistem demikian mengakibatkan kurangnya quality control dari merk sepatu di negara asal sehingga “merk” yang Anda beli tidak memberikan kualitas yang sama dengan yang seharusnya Anda terima.
Pabrik sepatu Clarks memiliki sistem quality control yang baik. Jadi, Anda sebagai konsumen sepatu Clarks tidak perlu ragu akan kualitas sepatu Clarks di Indonesia karena akan sama dengan sepatu Clarks di negara mana pun. Sepatu Clarks di Indonesia masih 100% import dan terbuat dari kulit sapi asli dengan kombinasi karet (rubber) dan polyurethane (PU) yang tahan lama. Berawal dari tangan Cyrus dan James Clarks, kini Anda bisa menikmati sejarah panjang proses penciptaan sepatu Clarks di kaki Anda.
  
Pengawasan Kualitas adalah memenuhi spesifikasi dan toleransi yang ditetapkan oleh pihak konsumen. Sehingga definisi dari pengendalian kualitas adalah aktivitas keteknikan dan manajemen untuk mengukur ciri – ciri kualitas produksi dan membandingkan dengan spesifikasi yang ada, serta mengambil tindakan perbaikan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan dengan standar yang ada.
Dengan adanya pengendalian kualitas maka diharapkan penyimpangan – penyimpangan yang muncul dapat dikurangi dan proses produksi dapat diarahkan pada tujuan yang ingin dicapai. Pengendalian kualitas itu berhasil jika dapat menekan produk cacat seminimal mungkin dari apa yang direncanakan.
Tujuan Pengendalian/Pentingnya Kualitas
Standar kualitas dari suatu produk tidak hanya ditentukan oleh perusahaan yang bersangkutan, namun konsumen juga ikut berperan untuk menentukan kualitas dari produk, sehingga perusahaan harus mengikuti standar. Sehingga dapat disimpilkan bahwa tujuan dari pengendalian kualitas adalah :

a. Untuk mendapatkan kualitas output yang konsisten dengan spesifikasi produk yang diinginkan dan memenuhi syarat – syarat yang ditentukan oleh konsumen sehingga akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen.

b. Untuk membimbing perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar melalui prosedur kerja yang baik, pengurangan produk cacat, penekanan biaya dan peningkatan order yang menguntungkan.

c. Usaha menyidik dengan cepat apabila terjadi pergeseran proses produksi yang menyebabkan penurunan kualitas, sehingga dapat diambil tindakan pencegahan.

d. Untuk membantu karyawan dalam memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kemampuannya sehingga tujuan dan sasaran perusahaan dapat dicapai.